You need to enable javaScript to run this app.

The Most KUA: Menanamkan Adab, Karakter dan Kesiapan Mental Di Era Modern Melalui Pesantren Ramadhan MTsN Manggarai

  • Sabtu, 14 Maret 2026
  • Administrator
  • 2 komentar
The Most KUA: Menanamkan Adab, Karakter dan Kesiapan Mental Di Era Modern Melalui Pesantren Ramadhan MTsN Manggarai

MTsN Manggarai (Kemenag) --- Dalam rangka mengisi kegiatan Pesantren Ramadhan di MTsN Manggarai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Reok melalui program The Most KUA (Move For Sakinah Maslahat) yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama Republik Indonesia melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan dengan tema “Joyful Ramadhan Mubarok” bertempat di musholah Madrasah, Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini diisi oleh Kepala KUA Kecamatan Reok M. Ali,S.Ag, Penghulu Muammar Hasan,S.Sy, Penyuluh Muhammad Gufran,S.Hi  dan Penyuluh Agama Islam Hikmatiar,S.HI, serta penyuluh-penyuluh lainya yang tidak kami sebutkan satu-satu, yang memberikan pembinaan kepada para siswa tentang pentingnya menjaga adab, pembentukan karakter, dan kesiapan mental dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan adab Islam kepada para siswa agar mampu menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Dalam penyampaiannya, M. Ali menjelaskan bahwa adab merupakan salah satu fondasi utama dalam Islam. Menurutnya, ilmu yang tinggi tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan adab yang baik.

“Di era modern ini, tantangan terbesar generasi muda adalah bagaimana tetap menjaga adab di tengah arus informasi dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berpegang pada nilai-nilai Islam dalam bersikap, baik kepada orang tua, guru, teman, maupun dalam bermedia sosial,” ungkap M. Ali.

Penghulu KUA Kecamatan Reok, Muammar Hasan, S.Sy, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) sebagai upaya pembinaan karakter bagi para siswa sejak dini. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja agar mampu menjaga diri serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka.

Ia menjelaskan bahwa dalam program BRUS terdapat enam komitmen “NO” yang harus dipahami dan dipegang oleh para remaja, yaitu No Kenakalan Remaja, No Pernikahan Dini, No Narkoba, No Pergaulan Bebas, No Bullying, dan No Gang Motor.

Menurutnya, keenam poin tersebut merupakan bentuk penguatan moral dan pembinaan mental bagi generasi muda agar mampu menjaga diri, menghormati orang tua dan guru, serta fokus pada pendidikan dan masa depan.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Muhammad Gufran, S.Hi menyampaikan bahwa para siswa harus mulai membiasakan diri untuk hidup jujur sejak dini. Menurutnya, kejujuran merupakan salah satu nilai dasar dalam ajaran Islam yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, madrasah, maupun dalam pergaulan di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan generasi muda yang memiliki integritas dan kejujuran yang kuat. Oleh karena itu, para siswa diharapkan dapat menjadikan nilai kejujuran sebagai prinsip hidup, terutama dalam belajar, berbicara, maupun dalam bertindak.

“Adik-adik siswa wajib belajar untuk hidup jujur, karena saat ini kita sangat kekurangan orang-orang yang jujur. Kejujuran adalah pondasi utama dalam membangun kepercayaan, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain,” ujarnya.

Muhammad Gufran juga mengingatkan para siswa agar menjauhi perilaku yang dapat merusak karakter, seperti berbohong, menyontek saat ujian, serta menyebarkan informasi yang tidak benar di media sosial.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Hikmatiar menekankan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas akhlak. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana melatih kesabaran, kedisiplinan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

“Adab dalam Islam tidak hanya terlihat dari cara berbicara dan bersikap, tetapi juga dari bagaimana kita menghargai orang lain, menjaga lisan, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak, dan mampu membawa kebaikan di tengah masyarakat,” ujar Hikmatiar kepada para siswa.

Kegiatan penyuluhan keagamaan ini juga sejalan dengan Asta Protas (Delapan Program Prioritas) Kementerian Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, serta pembinaan karakter generasi muda. Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang diisi dengan pembinaan adab, pembentukan karakter, serta kesiapan mental bagi para siswa, MTs Negeri Manggarai turut mendukung upaya Kementerian Agama dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan nilai-nilai keislaman yang kuat, ujar kepala Madrasah Jiyanto,S.E

Kepala MTs Negeri Manggarai, Jiyanto, S.E, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Reok atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan keagamaan pada rangkaian Pesantren Ramadhan di madrasah tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara madrasah dan KUA merupakan langkah yang sangat positif dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta pembentukan karakter siswa sejak dini. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan tambahan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memperoleh pembinaan tentang nilai-nilai akhlak, adab, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan kehidupan di era modern.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala KUA Kecamatan Reok beserta seluruh jajaran yang telah meluangkan waktu untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak kami. Sinergi seperti ini sangat penting dalam mendukung pembentukan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter,” ungkap Jiyanto.

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi seputar adab, pembentukan karakter dan kesiapan mental dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan dalam program The Most KUA ini, diharapkan para siswa dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai adab Islam, mampu membentuk karakter dan ketahanan keluarga sejak dini dalam kehidupan mereka, sehingga mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. 

Pewarta: FN

Fotografer: SA

Bagikan artikel ini:

2 Komentar

"KUA dan Mandrasah adalah dua pilar penting Kementerian Agama KUA sebagai ganda terdepan pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan fokus pada nikah rujuk bimbingan keluarga sakinah dan zakat wakaf Bimbingan BRUS dan BRUN sementera Madrasah sebagai lembaga pendidikan formal yg menanamkan nilai nilai agama karakter dan ilmu pengetahuan kepada generasi mudahan kedepannya kita akan bersenergi dlm kegiatan yg seperti ini"
14 Mar 2026 17:04 KUA Reok
"Like"
14 Mar 2026 13:52 Muhamad Ali

Beri Komentar

Jiyanto, S.E

- Kepala Sekolah -

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Pendidikan adalah produk kreatifitas yang sangat luar biasa, aktifitas pendidikan pada hakikatnya adalah sebuah usaha untuk...

Berlangganan
Banner